IOSIF VISSARIONOVICH DZHUGASHVILI

Siapakah dia? Orang tidak akan langsung mengetahui kalau nama panjang itu yang disebut. Akan tetapi, kalau yang disebutkan adalah nama pendeknya , orang lantas akan mengerti dan mengtakan , “ dia’kan salah satu setan Besar abad ke-20 ini “

Yang biasa disebut setan besar pertama adalah Adolf Hitler. Setan besar kedua adalah Pol Pot. Dan Setan besar ketiga adalah Stalin (Joseph Stalin) atau yang nama aslinya adalah Iosif Vissarinovich Dzhugashvili.

Tokoh yang sering disebut sebagai arsitek totalitarianisme Uni Soviet ini sebenarnya bukanlah etnis Rusia. Dia etnis Georgia dan lahir pada tanggal 21 Desember ( ada yang menyebut 9 Desember) 1879 di kota Gori di Wilayah Kaukasus, propinsi Georgia (Encyclopedia Britannica dan Encyclopedia Americana).

Ayahnya, Vissarion Dzhugashvili, seorang tukang sepatu miskin dan pemabuk dan suka memukuli anak lelakinya itu. Ibunya Yakaterina, seorang wanita saleh dan menginginkan anak lelakinya itu menjadi imam (pendeta).

Akan tetapi penampilan dan pandangan Joseph Dzhugashvili lebih seorang preman ketimbang imam. Postur tubuhnya, pendek-gemuk tapi kekar, rambutnya hitam, matanya galak dan salah satu lengannya lebih pendek dibanding yang satunya, wajahnya agak kehitam-hitaman karena bekas luka.

Demi memenuhi keinginan Ibunya, dia sekolah di seminari Teologi Tiflis(Tbilisi). Di sekolah itu, dia secara diam-diam membaca Karl Marx. Karena itu, ia dikeluarkan dari sekolah. Kelak kemudian hari, dia membuat artikel tentang Marxisme dengan menggunakan nama samaran Stalin, yang diambil dari bahasa Rusia stal (baja).

MASA kekuasaan Stalin ( menggantikan Vladimir Lenin yang meninggal pada bulan januari 1924), dikenal sebagai masa yang diwarnai oleh teror. Bahkan Stalin dalam usul penyusunan UU Kriminal tahun 1922 menulis surat yang meminta ketua badan perundangan, Dmitri Ivanovich Kursky, agar teror tidak dilarang tetapi sebaliknya harus disahkan penggunaannya secara luas.

Penggunaan teror dan pendekatan keamanan yang berlebihan membuat rakyat tidak berdaya. Jutaan orang tewas ketika Stalin melancarkan kampanye sentralisasi dan totalisasi ekonomi secara brutal tahun 1920-an. Rakyat yang melawan dipenjarakan dan dibunuh. Perilaku kekuasaan otoriter itu di topang oleh dinas rahasia KGB yang mengintai terus menerus , sehingga rakyat tidak pernah merasa aman dan tenteram.

Di zaman itu pula lahir istilah “Rusifikasi”. Secara bebas, “Rusifikasi” dapat diartikan sebagai penonjolan berlebihan etnik bahkan culture Rusia sehingga mempengaruhi eksistensi nasionalisme pluralistik Soviet.

Penetrasi birokrasi pusat(Rusia) ke lokal, baik sipil maupun militer, sangat teras sekitar tahun 1945-1949. Lewat kekuasaan otoriter yang ada ditangannya, Stalin misalnya memaksa bahasa Rusia sebagai bahasa pemersatu Soviet. Dalam hal lain pun – pendidikan dan birokrasi – wajib menggunakan pola pikir masyarakat Rusia. Dia mengembangkan kekuasaan terpusat (sentralisasi) dan melemahkan otonomi.

Hasilnya jelas, kemarahan terpendam ada dihati etnis lain yang ada di Uni Soviet. Karena itu, ketika Mikhail Gorbachev muncul dan melancarkan perestroika(restrukturisasi) dan glasnost(keterbukaan), kudeta gagal agustus 1991, disusul dengan bangkrutnya komunisme dan ambruknya Uni Soviet, republik-republik yang tergabung dalam Uni Soviet pun memerdekakan diri.

Pada umumnya alasan yang digunakan repulik-republik untuk memerdekakan diri adalah keinginan untuk memperbaikikehidupan sosial-ekonomi dan menghidupkan kembali tradisi budaya mereka yang sebelumnya “dikalahkan” tradisi budaya Rusia. Inilah gugatan “anak tiri” Iosif Vissarinovich Dzhugashvili alias Stalin.

( di sadur dari Kompas, 15 November 1999 ).

~ oleh dezradikky pada Maret 12, 2008.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: