Apa yang dilakukan untuk mencegah penyebaran Antraks?
Vaksinasi antraks bisa diberika kepada orang-orang dengan pekerjaan resiko tinggi. Untuk mencegah antraks, hendaknya dilakukan penanganan yang seksama terhadap binatang mati yang dicurigai berpenyakit antraks, menyediakan sistem ventilasi yang baik pada saat pengolahan kulit, wol atau bulu binatang dan memberikan vaksinasi kepada binatang.
Di negara-negara dimana antraks sering terjadi dan tingkat vaksinasi binatangnya rendah, manusia hendaknya menghindari kontak dengan ternak dan produk-produknya, dan menghindari konsumsi daging yang tidak disembelih dan dimasak dengan baik. Untuk pekerja dengan resiko tinggi sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi. Suatu vaksin antraks telah memiliki izin untuk digunakan pada manusia dan dilaporkan telah 93% efektif dalam perlindungan terhadap antraks kutaneus.
Apakah vaksin Antraks itu?
Vaksin antraks adalah suatu vaksin ‘cell-free filtrate’, dimana digunakan bakteri mati sebagai lawan untuk bakteri hidup. Vaksin antraks diindikasikan untuk orang-orang yang berhubungan dengan tempat yang menyimpan bulu (terutama bulu kambing), kulit, wol, tulang dan daging import; dan untuk orang-orang yang terlibat dalam aktivitas penyelidikan dan diagnostik yang memungkinkan mereka berhubungan dengan spora antraks.
Vaksin ini telah mendapat lisensi dari FDA (Food and Drug Administration) dan telah digunakan secara rutin di Amerika sejak tahun 1970.
Bagaimanakah protokol pemberian vaksin Antraks?
Imunisasi terdiri dari 3 (tiga) suntikan subkutaneus yang diberikan dengan jarak 2 (dua) minggu dan diikuti dengan suntikan subkutaneus tambahan 6, 12 dan 18 bulan kemudian. Untuk mempertahankan kekebalan biasanya diberikan suntikan buster tahunan.
Apakah ada reaksi advers dari vaksin Antraks?
Seperti vaksin pada umumnya, vaksin antraks juga menyebabkan rasa sakit, kemerahan, rasa gatal, pembengkakan dan benjolan pada daerah suntikan. Sekitar 30% laki-laki dan 60% wanita melaporkan reaksi lokal ini, tapi biasanya hanya untuk waktu yang tidak lama. Benjolan dapat menetap selama beberapa minggu kemudian menghilang.
Diluar daerah suntikan, 5-35% melaporkan adanya rasa sakit pada otot, sendi, sakit kepala, demam, menggigil, mual, kehilangan nafsu makan dan kelemahan. Tapi gejala-gejala ini biasanya menghilang setelah beberapa hari.
Apakah setiap orang harus mendapatkan vaksin Antraks?
Vaksin antraks diberikan kepada orang-orang yang berhubungan dengan tempat pengolahan produk ternak import dan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan diagnostik dan penyelidikan yang memungkinkan mereka kontak dengan spora antraks. Vaksin hanya diberikan kepada laki-laki dan perempuan sehat berusia 18 sampai 65 tahun. Karena belum diketahui apakah dapat menyebabkan kelainan janin, maka vaksin ini tidak diberikan kepada wanita hamil.
Siapakah yang tidak boleh mendapatkan vaksin Antraks?
Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada orang dengan :
# Reaksi hipersensitivitas
# Infeksi HIV
# Reaksi immuno-supresif
# Wanita hamil
# Usia <18 tahun dan >65 tahun
# Penyakit pernafasan akut atau infeksi aktif
# Pemakaian obat imuno-supresan seperti steroid (mis. Prednison)
Sedangkan orang-orang dengan riwayat penyakit autoimun seperti artritis rematoid, lupus, multiple sklerosis, penyakit nerologis dan riwayat polio pada masa kanak-kanak, kemungkinan akan mengalami reaksi advers yang lebih serius.
~ oleh dezradikky di/pada Mei 19, 2008.
Ditulis dalam Social

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.